Seminar Akbar ParentThink store

Seminar Akbar ParenThink

“DIDIK AKAL ANAK SEJAK DINI SESUAI FITRAH, AGAR TIDAK TUMBUH TANPA ARAH”

Data Penerima:
Seminar Akbar ParentThink
Seminar Akbar ParentThink
Right ParenThink Akbar

“DIDIK AKAL ANAK SEJAK DINI SESUAI FITRAH, AGAR TIDAK TUMBUH TANPA ARAH”

🌐 Daftar Segera: https://aqilbaligh.orderonline.id/SeminarAkbar
_______________
🗣 Bersama Ustadz ADRIANO RUSFI, M.Psi, Psikolog
[ - Psikolog Senior dengan Pengalaman > 30 Tahun
- Konsultan Sistem Sumberdaya Manusia Senior
- Pakar Desain Sistem/ Kurikulum Pendidikan Nasional]
_______________
🗓 Sabtu, 21 Juni 2025
🕗 08.00-12.00 WIB
Aula Terpadu Gedung IDB PG PAUD Universitas Negeri Yogyakarta
_______________
🎦 Zoom Meeting & YouTube Streaming
💳 Investasi Belajar: Rp50.000
🌐 Daftar Segera: https://aqilbaligh.orderonline.id/SeminarAkbar
📲 Informasi: ‪‪‪+62 822-4974-4702‬‬‬ (Marini)
_______________
“Mendidik Anak Sebagai Calon Orang Dewasa”

Apakah hakikat pendidikan anak-anak kita?

Pendidikan bagi anak-anak tak lain adalah upaya menyiapkan mereka untuk mampu hidup sebagai orang dewasa kelak. Mereka kini memang masih anak-anak, namun jika kita tidak menyikapi mereka sebagai calon orang dewasa, esensi pendidikan itu akan gagal hadir pada anak-anak kita.

Objek pendidikan adalah akal. Maka, mendidik tanpa fokus kepada pengembangan akal anak adalah kesia-siaan. Akal anak telah aktif dan siap dididik sejak dini sekali, maka janganlah kita menunda pendidikan atas akal itu berdasarkan asumsi keliru bahwa mereka belum siap!

Sikap yang benar dari orang tua dan lingkungan pendidikan adalah untuk tidak meremehkan tahap perkembangan akal anak, bahwa sesungguhnya akal anak itu harus dididik secara bertahap sejak Ia aktif pada masa yang dini sekali. Bukankah kita melihat bahwa semua permainan anak-anak kita (bentengan, tali merdeka, petak umpet dan lain-lain) juga adalah permainan sarat peraturan yang rasional?

Permainan anak-anak yang mereka mainkan dengan riang gembira adalah terminal/ transisi/ peralihan dalam perkembangan akal mereka secara bertahap. Anak-anak, sesuai fitrahnya, adalah makhluk berakal. Ujung dari Pendidikan atas akal anak ini adalah: aqil-baligh.

Betapa banyaknya orang yang mengira bahwa Pendidikan Aqil Baligh hanyalah suatu hal yang bermakna pubertas semata. Padahal, Pendidikan Aqil Baligh tidak sedangkan itu. Kita harus memahami bahwa pubertas itu sendiri seharusnya adalah sebuah momentum bagi manusia untuk memasuki pintu gerbang kedewasaan seutuhnya. Sebab, pada usia 12-15 tahun, kewajiban syari'at telah dibebankan kepada setiap manusia. Jelas ini bukan masa kanak-kanak lagi!

Selama ini kita merasa dapat menerima bahwa pubertas adalah datangnya kematangan fisik yang tidak mesti bersamaan dengan kedewasaan jiwa untuk mengontrol nafsu yang teraktivasi dengan pubertas itu. Ini adalah pemahaman yang keliru dan bahkan dapat berbahaya. Pubertas (baligh) butuh kedewasaan akal (aqil).
Mengapa kita merasa layak untuk menerima jiwa kekanak-kanakan itu untuk tetap bersemayam di dalam fisik yang kian dewasa? Pubertas memiliki dampak yang tidak main-main. Setelah puber, anak-anak kita memiliki nafsu, seperti hasrat seksual. Jarang sekali pubertas datang bersama dengan kedewasaan, sementara kedewasaan itu adalah kontrol atas nafsu.

Pelajari selangkapnya dalam kegiatan yang akan mencerahkan anda ini:
RINCIAN PESANAN:
-
-
Diskon
Total
-